YLMF OS : Ubuntu Mirip Windows

September 26th, 2011

Linux Ubuntu merupakan salah satu penawaran menarik bagi para pengguna komputer. Mengapa tidak, berbagai kelebihan ditawarkan secara bebas dan (nyaris) gratis pula.  Pertama, Ubuntu kebal terhadap virus karena kernel terus diperbaharui, sehingga keamanan selalu diperkuat, lalu Ubuntu  juga memiliki multi dekstop enviroment (Windows hanya memiliki satu), yaitu GNOME, KDE, dan XFCE, dan dengan melalui repository kita dapat menginstal berbagai aplikasi dan program dengan mudah yaitu dengan hanya membuka “Add and Remove Programs”. Selain itu, Ubuntu juga memiliki dukungan hardware dan driver yang bagus , serta berbagai kelebihan lainnya.

Namun yang sering menjadi kendala bagi para pengguna komputer yang kebanyakan telah  terbiasa menggunakan sistem operasi Windows di komputernya adalah perbedaan tampilan antara Windows dan Ubuntu sehingga mempersulit  ‘pelanggan’ Windows untuk beralih ke Ubuntu. Kebanyakan dari pengguna ‘malas’ untuk mempelajari kembali berbagai macam aplikasi yang sebenarnya mempunyai fungsi yang sama seperti di Windows, namun tampilannya berbeda.

Tetapi hal ini sudah tidak menjadi masalah lagi. Dengan keluarnya YLMF Operating System, kita dapat menikmati berbagai kelebihan Ubuntu tersebut tanpa susah-susah lagi mempelajari ulang dari awal cara penggunaan aplikasi-aplikasi Ubuntu. YLMF OS ini merupakan Ubuntu hasil modifikasi The Rain Forest Wind, perusahaan komputer asal China. Tampilan sistem operasi sangat mirip dengan Windows XP, bahkan icon-nya juga mirip.

Bahkan sistem operasi ini memiliki beberapa program dan aplikasi yang tidak tersedia pada Ubuntu, yaitu :

  • Theme-nya sangat persis dengan Windows XP
  • Integrasi aplikasi Wine seperti pada Windows
  • Kemampuan ekstrak file RAR hanya dengan sekali klik saja
  • Efek desktop 3D menggunakan Compiz Fusion
  • Integrasi dengan CHM viewer
  • Tambahan ‘Open in Terminal’ sebagai add-on Nautilus
  • Tambahan aMule P2P, aplikasi file sharing
  • Aplikasi Pidgin multi-protocol instant messenger
  • FileZilla FTP client
  • Claws e-mail client
  • Integrasi dengan Downloader For X (D4X) sebagai tools untuk download
  • Integrasi dengan Dr.com graphical client untuk penggunaan internet lebih mudah
  • Browser Mozilla Firefox (FlashGot, D4X support, FlashAX, Alipay)
  • SMPlayer video player
  • Gecko Mediaplayer web video player
  • OpenOffice.org
  • PDF reader
  • Chinese time zone
  • Partisi seperti pada Windows

Dengan adanya sistem operasi YLMF ini tentu akan mempermudah penggunaan Linux, khususnya untuk distro Ubuntu. Mungkin produk ini juga dapat mendukung pengurangan penggunaan Windows bajakan yang sangat marak di Indonesia.

 

sumber bacaan : http://www.beritateknologi.com/ylmf-os-sistem-operasi-perpaduan-antara-ubuntu-dan-windows-xp/

Linux BlankOn 7.0 : Pattimura

September 18th, 2011

Siapa yang tidak tahu Linux? Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.

Sistem operasi bebas Linux, merek dagang terdaftar milik Linus Torvalds ini, semakin populer dengan semakin berkembangnya berbagai versi Linux yang menawarkan berbagai teknologi terbaru dengan berbagai kelebihannya.  Mulai dari Linux Ubuntu, Mint, Madriva, Debian, Red Hat, Fedora dan Linux versi Indonesia sendiri yaitu BlankOn. Pada tanggal 17 Agustus 2011 yang lalu Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan tim pengembang mengeluarkan versi terbaru Linux BlankOn yaitu BlankOn versi 0.7. yang diberi nama Pattimura.

Berbagai kelebihan ditawarkan dalam BlankOn Pattimura yang dilengkapi dengan teknologi terbaru Linux terbaru yaitu kernel Linux 3.0.1 dan lingkungan desktop GNOME yang digabung dengan BlankOn Panel. Fasilitas perangkat lunak hiburan yang siap langsung pakai tanpa memasang codec multimedia tambahan, dukungan akses Internet dengan yang sangat ringan untuk menjelajah web serta komunikasi pesan instan dan jejaring sosial, juga fitur-fitur perkantoran lainnya semakin menyempurnakan BlankOn Pattimura ini. Selain itu, Pattimura juga menyediakan fitur-fitur olah grafis vektor dan bitmap serta album foto digital.

Pada Pattimura bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai istilah komputer dalam bahasa Indonesia yang masih kurang lazim digunakan oleh kebanyakan masyarakat. Menurut saya pribadi,walaupun bertujuan baik dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya, hal ini mungkin dapat mempersulit para pengguna yang telah terbiasa dengan setting berbahasa Inggris pada pc-nya masing-masing sehingga memperlambat dalam bekerja. Selain itu untuk melestarikan budaya bangsa dengan mengusung dukungan terhadap Aksara Nusantara, yang pada versi ini mendukung dua aksara baru yaitu Rejang dan Jawa di samping Lontara’, Batak Toba, Bali dan Sunda.

Selain itu, BlankOn 0.7 Pattimura ini juga dikembangkan dengan tujuan untuk melatih para pengembang lokal (dalam negeri) dalam hal kolaborasi daring (”online”) dan pengembangan produk perangkat lunak bebas/terbuka. Dengan proyek BlankOn ini diharapkan berkembangnya ekosistem baru dalam konteks perangkat lunak bebas dan terbuka di Indonesia.

Tentu sangat bangga Indonesia mempunyai suatu sistem operasi hasil kreasi anak bangsa dengan berbagai fasilitas unggul yang mendukung perkembangan teknologi di Indonesia. Dengan berbagai perangkat lunak unggulan yang disediakan secara gratis dan mudah diakses ini, tentu muncul juga harapan semakin kecilnya jumlah sistem operasi bajakan yang beredar pada masyarakat Indonesia. Agar sesuai dengan nama BlankOn 0.7 ini, yaitu Pattimura, sang pahlawan nasional Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, BlankOn Pattimura pun dapat sebagai salah satu ‘pahlawan’ dalam perkembangan teknologi Indonesia.

sumber bacaan:

http://www.blankonlinux.or.id/berita/post/34

 

 

Praktikum Penkom yang Pertama

September 7th, 2011

Hello.

Hari ini praktikum perdana buat mata kuliah Penerapan Komputer di semester ini.

Di pertemuan pertama ini kita ‘belajar’ bloging. Kenapa dikasih tanda petik, karena ini bukan pertama kalinya nge-blog buat kita. Saya dan temen sebelah saya bahkan memakai blog kita yang sudah ada, habis nggak punya alamat e-mail lain. Tapi ternyata masih banyak hal-hal yang belum kita ketahui seputaran bloging dan teknik-tekniknya.

 

Ya gitu deh praktikum pertama kita. :)

Perjuangan Ibuku

September 16th, 2010

Nama           : F. Irena Napitupulu

Nrp               : F24100021

Laskar         : 25

Begitu banyak orang yang menginspirasiku di dunia ini, mulai dari orang di sekitarku, hingga tokoh-tokoh ternama yang juga banyak menginspirasi orang lain. Namun, ada satu orang yang menginspirasiku secara nyata. Orang yang paling dekat denganku, yaitu ibuku.

Ibuku, secara fisik mungkin tidak terlalu istimewa. Namun, bagiku beliau sangat istimewa. Memang beliau tidak terkenal atau cantik luar biasa. Tidak, Namun kisah hidupnya, caranya menjalani hidup, perbuatan, dan kasih sayangnya, sangat menginspirasi bagiku.

Mungkin saya bisa memulainya dari masa kecil ibuku. Ibuku adalah anak bungsu dari tujuh orang bersaudara di keluarganya. Namun bukan berarti ibuku adalah seorang anak yang manja, beliau dididik dengan keras oleh orangtuanya. Apalagi ketika beliau masih duduk di bangku sekolah dasar, ayah beliau telah tiada. Kehidupan semakin keras pada ibuku. Ibu ibuku (nenekku) hanyalah seorang penjual kain, jadi kehidupan mereka sangat pas-pasan. Jadi, ibuku dan saudara-saudaranya harus ikut membantu ibu mereka lebih keras, baik dalam pekerjaan-pekerjaan rumah maupun berdagang kain. Mereka tidak diperbolehkan pergi ke sekolah jika pekerjaan rumah mereka  belum selesai. Termasuk ibuku, beliau dengan rajin bekerja agar dapat tetap bersekolah.

Waktu terus berjalan, hingga ibuku tamat sekolah menengah pertama, sebagian besar kakak-kakaknya  sudah merantau, baik bekerja maupun melanjutkan kuliah ke luar kota. Nenek menyuruh ibu untuk masuk ke sekolah kejuruan untuk calon guru.Karena nenek merasa tidak akan sanggup lagi membiayai kuliah ibuku nanti setelah tamat SLTA dan selain itu, jika ibu selesai sekolah kejuruan nanti, beliau dapat langsung bekerja. Ibu mematuhi perkataan nenek dan mengikuti seleksi masuk sekolah kejuruan tersebut, walaupun bukan itu cita-citanya. Ternyata ibuku tidak lulus seleksi, padahal beliau termasuk siswa yang pintar dan selalu mendapat juara di kelas. Akhirnya beliau melanjutkan ke SLTA, walaupun beliau tahu masa depannya setelah tamat SLTA tidaklah jelas, namun beliau tetap tekun belajar di setiap kesempatan. Bahkan, karena banyaknya pekerjaan, beliau belajar sambil bekerja. Beliau menulis rumus-rumus dan hafalan-hafalan di kertas bekas pembungkus kain dan menempelkannya di tempat-tempat beliau sering menghabiskan waktu menyelesaikan pekerjaan rumahnya : di tempat mencuci, kamar mandi, dapur, dan lain sebagainya. Beliau terus berprestasi, meskipun ibunya hanya memberi tanggapan : “Untuk apa juara-juaramu itu, Nak. Tak akan bisa itu jadi uang untuk makan kita.

Perjuangan ibuku pun berbuah manis. Berkat nilai-nilai dan prestasinya, serta dukungan financial dari abangnya yang sudah bekerja, ibuku dapat berkuliah di IPB melalui jalur PMDK (seperti USMI sekarang). Ibu hidup dengan sangat sederhana agar uang yang diperolehnya cukup untuk membiayai dirinya, hingga Ibuku tamat waktu, lalu bekerja di perusahaan swasta.

Setelah menikah dengan ayah, ibu ikut ayah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sebagai peneliti di bidang pertanian. Walaupun pendapatan ibuku tidaklah besar, namun beliau tetap sungguh-sungguh bekerja dan mencintai pekerjaannya hingga sekarang. Beliau menikmati pekerjaannya. Ibu juga sambilan bercocok tanam untuk mendapat penghasilan tambahan sekaligus mengembangkan ilmunya. Dan sampai sekarang, ibuku sering bekerja hingga malam di kantor, meskipun sebagai seorang PNS, tidak ada dikenal upah lembur. Namun begitulah ibuku, beliau menyukai dan berkomitmen terhadap pekerjaannya.

Ibuku juga seorang pribadi yang sederhana. Kesehariannya beliau tidak terlalu suka berdandan, penampilannya pun seadanya saja. Pernah saya memprotes ibu saya : “ Ma, baju Mama kok yang itu-itu saja sih? Ganti kenapa, Ma?” Lain  waktu juga saya bilang : “ Ma, baju Mama kok yang itu? Sudah jelek..” Lalu, ibu saya menjawab : “Kalau Mama belanja-belanja pakaian bagus terus, untuk sekolahmu nanti apa, Nak? Mama kan harus nabung.” Begitulah Ibuku.

Ibuku. Bekerja tidak kenal waktu. Banting tulang, meskipun dia wanita. Seperti tak kenal lelah. Dia juga menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Kami tidak pernah ditelantarkannya di rumah. Semua dilakukan. Membimbingku. Menjagaku. Menenangkanku. Sabar padaku. Memperjuangkanku. Ya, dia memperjuangkanku. Agar aku bisa menjadi wanita yang lebih darinya. Agar aku bisa hidup mandiri dan bahagia. Dia membelaku. Memfasilitasi perjuanganku untuk meraih cita-cita. Menyemangatiku.

Ibuku dan perjuangannya sangat menginspirasiku untuk menjadi wanita yang tekun, gigih, mandiri, berkomitmen, dan mencintai apa yang kukerjakan, apa yang telah Tuhan anugerahkan kepadaku.

Aku malu jika membandingkan perjuanganku dan perjuangan ibuku. Sedikit sekali yang masih kulakukan. Bahkan terselip kegentaran, bila aku tidak dapat membuahkan hasil perjuangan ibuku. Tapi, aku akan tetap terus berusaha dan berdoa agar aku mampu membahagiakan kedua orangtuaku, terutama ibuku. Mencoba apa yang kumampu, walau selalu perbandingan perjuanganku dan perjuangan ibuku adalah satu banding tak hingga.

Pribadi yang Menginspirasi

September 16th, 2010

Nama           : F. Irena Napitupulu

Nrp               : F24100021

Laskar          : 25

Pribadi yang menginspirasi. Pertama kali, sewaktu saya diberi penugasan membuat tulisan ini, saya bingung akan menulis apa. Tidak punya ide sama sekali. Justru berbagai pertanyaan yang timbul di benak saya. Hal apa dari diri saya yang dapat menginspirasi? Seberapa hebat saya hingga bisa menjadi inspirasi bagi orang lain? Jawaban negatif  yang saya terima dari diri saya sendiri. Saya tidak memiliki suatu  pencapaian luar biasa yang dapat saya bagi untuk menginspirasi orang lain. Begitulah yang ada di benak saya waktu itu.

Namun, ketika saya menuliskan  ini, saya menyadari bahwa saya salah.  Menjadi seseorang yang menginspirasi tidaklah harus menjadi seseorang yang hebat, seseorang yang besar dan sukses. Menjadi orang yang “biasa-biasa” saja, namun  dengan pribadi yang luar biasa, baik melalui perkataaan maupun perbuatan kita. Dan setiap kita dapat menjadi seseorang yang menginspirasi. Kita yang memilih. Dan saya memilih dan mencoba, serta terus berusaha untuk menjadi pribadi yang menginspirasi,pribadi yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan saya.  Itulah pribadi yang menginspirasi menurut saya. Karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain (buku 5 cm, Donny Dhirgantoro).

Dalam proses menjadi pribadi yang menginspirasi, saya berusaha melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, tanpa bersunggut-sunggut. Saya mengutip prinsip seseorang dari buku yang pernah saya baca, yang menjadi semangat saya dalam melakukan sesuatu :

Sedapat-dapatnya lakukanlah semua yang baik.

Sedapat-dapatnya dengan segala macam cara dan upaya.

Sedapat-dapatnya di segala waktu yang ada.

Sedapat-dapatnya kepada siapa saja yang kamu temui.

Sedapat-dapatnya selama mungkin kamu bisa melakukannya.

Melakukan sebisa mungkin, sejauh yang dapat kita upayakan.

Saya berharap apa yang saya katakan dan lakukan bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya dan lingkungan saya.

Begitu juga dengan diri saya sendiri, dengan apa yang saya lakukan. Setelah berusaha sungguh-sungguh, saya akan berpikir positif dan optimis terhadap apa yang telah saya kerjakan. Karena pikiran ibarat kacamata kehidupan, menentukan cerah suramnya apa yang kita lihat. Ada pepatah dalam bahasa Latin : ‘Fortis imaginatio geneerat casum‘, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Sejalan dengan yang dikatakan Aurelius dalam karyanya Meditations (Perenungan) : profil kehidupan kita akan persis sama dengan dengan apa yang kita pikirkan. Artinya, pikiran memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan seseorang. Oleh karena itu, walaupun hasil yang telah saya kerjakan tidak seperti yang saya harapkan, saya tetap bersyukur dan berpikir positif. Karena tugas manusia bukan untuk berhasil, tapi untuk mencoba.

Contohnya, seperti waktu matrikulasi yang lalu, saya berharap mendapat mendapat nilai A dan untuk itu saya belajar sungguh-sungguh dan berusaha semaksimal mungkin agar dapat mencapai tujuan saya. Tapi, saya hanya mendapat nilai B. Saya memang sempat merasa kecewa, namun saya tetap merasa bersyukur  dan ikhlas menerimanya. Yang penting saya sudah berdoa dan berusaha sungguh-sungguh. Itulah yang terbaik buat saya, itulah kesuksesan saya. Seperti yang juga dikatakan oleh salah satu kakak pjl, Kak Chimi, di laskar saya, laskar 25, yaitu kesuksesan terbesar adalah menerima diri sendiri.

Setelah itu, saya tetap berdoa, tetap mencoba, berusaha, berserah, dan ikhlas. Saya tidak mau takut oleh kegagalan yang sudah pernah saya alami, saya berusaha menerapkan : focus on where you want to go, not on what you fear. Menghadapi masalah sebagai suatu kesempatan untuk maju.

Itulah yang saya lakukan dan saya usahakan untuk terus saya lakukan untuk menjadi pribadi yang menginspirasi, pribadi yang dapat memberi manfaat bagi orang lain. Menjadi orang yang tidak sempurna, namun berusaha mendekatai kesempurnaan itu.

Pribadi yang menginspirasi. Pertama kali, sewaktu saya diberi penugasan membuat tulisan ini, saya bingung akan menulis apa. Tidak punya ide sama sekali. Justru berbagai pertanyaan yang timbul di benak saya. Hal apa dari diri saya yang dapat menginspirasi? Seberapa hebat saya hingga bisa menjadi inspirasi bagi orang lain? Jawaban negatif  yang saya terima dari diri saya sendiri. Saya tidak memiliki suatu  pencapaian luar biasa yang dapat saya bagi untuk menginspirasi orang lain. Begitulah yang ada di benak saya waktu itu.

Namun, ketika saya menuliskan  ini, saya menyadari bahwa saya salah.  Menjadi seseorang yang menginspirasi tidaklah harus menjadi seseorang yang hebat, seseorang yang besar dan sukses. Menjadi orang yang “biasa-biasa” saja, namun  dengan pribadi yang luar biasa, baik melalui perkataaan maupun perbuatan kita. Dan setiap kita dapat menjadi seseorang yang menginspirasi. Kita yang memilih. Dan saya memilih dan mencoba, serta terus berusaha untuk menjadi pribadi yang menginspirasi,pribadi yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan saya.  Itulah pribadi yang menginspirasi menurut saya. Karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain (buku 5 cm, Donny Dhirgantoro).

Dalam proses menjadi pribadi yang menginspirasi, saya berusaha melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, tanpa bersunggut-sunggut. Saya mengutip prinsip seseorang dari buku yang pernah saya baca, yang menjadi semangat saya dalam melakukan sesuatu :

Sedapat-dapatnya lakukanlah semua yang baik.

Sedapat-dapatnya dengan segala macam cara dan upaya.

Sedapat-dapatnya di segala waktu yang ada.

Sedapat-dapatnya kepada siapa saja yang kamu temui.

Sedapat-dapatnya selama mungkin kamu bisa melakukannya.

Melakukan sebisa mungkin, sejauh yang dapat kita upayakan.

Saya berharap apa yang saya katakan dan lakukan bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya dan lingkungan saya.

Begitu juga dengan diri saya sendiri, dengan apa yang saya lakukan. Setelah berusaha sungguh-sungguh, saya akan berpikir positif dan optimis terhadap apa yang telah saya kerjakan. Karena pikiran ibarat kacamata kehidupan, menentukan cerah suramnya apa yang kita lihat. Ada pepatah dalam bahasa Latin : ‘Fortis imaginatio geneerat casum‘, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Sejalan dengan yang dikatakan Aurelius dalam karyanya Meditations (Perenungan) : profil kehidupan kita akan persis sama dengan dengan apa yang kita pikirkan. Artinya, pikiran memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan seseorang. Oleh karena itu, walaupun hasil yang telah saya kerjakan tidak seperti yang saya harapkan, saya tetap bersyukur dan berpikir positif. Karena tugas manusia bukan untuk berhasil, tapi untuk mencoba.

Contohnya, seperti waktu matrikulasi yang lalu, saya berharap mendapat mendapat nilai A dan untuk itu saya belajar sungguh-sungguh dan berusaha semaksimal mungkin agar dapat mencapai tujuan saya. Tapi, saya hanya mendapat nilai B. Saya memang sempat merasa kecewa, namun saya tetap merasa bersyukur  dan ikhlas menerimanya. Yang penting saya sudah berdoa dan berusaha sungguh-sungguh. Itulah yang terbaik buat saya, itulah kesuksesan saya. Seperti yang juga dikatakan oleh salah satu kakak pjl, Kak Chimi, di laskar saya, laskar 25, yaitu kesuksesan terbesar adalah menerima diri sendiri.

Setelah itu, saya tetap berdoa, tetap mencoba, berusaha, berserah, dan ikhlas. Saya tidak mau takut oleh kegagalan yang sudah pernah saya alami, saya berusaha menerapkan : focus on where you want to go, not on what you fear. Menghadapi masalah sebagai suatu kesempatan untuk maju.

Itulah yang saya lakukan dan saya usahakan untuk terus saya lakukan untuk menjadi pribadi yang menginspirasi, pribadi yang dapat memberi manfaat bagi orang lain. Menjadi orang yang tidak sempurna, namun berusaha mendekatai kesempurnaan itu.